Tingkatkan Keterampilan Analisis Kebijakan, Prodi Administrasi Publik UPNVJT Gelar Workshop Penulisan Policy Brief Bersama BRIN

Dokumentasi Panitia Workshop Policy Brief

SURABAYA, 27 OKTOBER 2026 – Program Studi Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur sukses menyelenggarakan Workshop Policy Brief bertajuk “Penulisan Policy Brief Pada Level Kebijakan Nasional dan Daerah” pada Selasa (27/10/2026). Acara yang bertempat di Auditorium Warsito, Twintower A Lantai 12 ini diikuti oleh mahasiswa Administrasi Publik UPNVJT yang antusias mempelajari penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data (evidence-based policy). Dipandu oleh Sarah Meirina Sari, S.AP., MPA. selaku moderator, workshop ini menghadirkan Peneliti dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Endik Hidayat, S.E., M.IP., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Dr. Endik Hidayat menekankan bahwa policy brief merupakan instrumen yang sangat strategis dalam membantu pengambilan keputusan publik. “Semakin tinggi tingkatan kebijakan, maka akan semakin sulit pembuatan policy brief-nya. Jantung dari sebuah policy brief adalah data. Oleh karena itu, penting untuk melihat tren data guna memastikan apakah data tersebut memperkuat atau justru memperlemah substansi yang kita ajukan,” ungkap Dr. Endik.

Beliau juga menjelaskan beberapa poin penting terkait karakteristik dan teknis penyusunan policy brief:

  1. Policy brief tidak hanya merumuskan usulan baru, tetapi juga dapat berbentuk revisi maupun evaluasi atas kebijakan yang sudah ada. 
  2. Setiap Kementerian/Lembaga (K/L) memiliki pengertian serta gaya penulisan (house style) yang berbeda-beda. 
  3. Pemetaan Masalah (Privat vs Publik), dimana masalah pribadi (private problem) tidak bisa dijadikan dasar policy brief. Sebuah isu harus menjadi masalah publik (public problem) masalah yang dirasakan oleh banyak orang agar dapat diangkat menjadi draft policy brief. 
  4. Data yang digunakan tidak selalu terbatas dari dalam negeri, melainkan bisa memanfaatkan data komparasi internasional. Selain itu, penting untuk melakukan visibilitas data, pencarian akar masalah, serta penyediaan alternatif solusi yang presisi.

Suasana workshop semakin hidup saat memasuki sesi diskusi interaktif. Dr. Endik mengajak audiens berdiskusi mengenai isu-isu yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, seperti masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan. Narasumber juga mengajak mahasiswa secara langsung menganalisis data satelit Kota Surabaya serta mendiskusikan cara menginterpretasikan data tersebut ke dalam bahasa kebijakan. Selain itu, peserta diajak membedah berbagai studi kasus policy brief, mulai dari dampak fluktuasi IHSG dan nilai rupiah terhadap iklim investasi, ketahanan pangan kepulauan di Natuna, hingga respon diplomasi Indonesia terhadap krisis geopolitik di Timur Tengah. Dr. Endik juga mengingatkan mahasiswa bahwa setiap rekomendasi pasti melahirkan tanggapan publik. “Hasil dari sebuah policy brief pasti akan selalu ada pro dan kontra. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyusun argumen yang logis dan didukung oleh bukti yang kuat,” tegasnya. 

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta sesi foto bersama antara narasumber, moderator, dan seluruh mahasiswa peserta workshop. Through kegiatan ini, mahasiswa diharapkan siap menjadi calon analis kebijakan muda yang kritis, adaptif, dan solutif.